BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya mengendalikan wabah penyakit Gumboro yang telah mempengaruhi peternakan ayam di Palangka Raya, drh. Eko Yuwono, Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), menekankan pentingnya vaksinasi dini.
Menurut beliau, vaksinasi harus dilakukan sejak ayam berusia 10 hari untuk mencegah infeksi penyakit ini menyebar ke seluruh kandang, karena umumnya penyakit ini bisa membunuh hingga 15 persen dari total populasi.
"Penyakit Gumboro, atau yang dikenal juga dengan Infectious Bursal Disease (IBD), merupakan penyakit viral yang menyerang ayam, terutama pada usia muda," ungkapnya, Senin, 26 Februari 2024.
Virus penyebab penyakit ini adalah virus dari famili Birnaviridae. Gejala umum yang ditunjukkan oleh ayam yang terinfeksi termasuk lesu, sayap menggantung, dan kotoran yang menempel pada kloaka
Untuk mengatasi wabah ini, drh. Eko Yuwono menyarankan agar peternak melakukan desinfeksi secara rutin dan menjaga kebersihan kandang.
Selain itu, penting untuk memisahkan ayam yang menunjukkan gejala dari yang masih sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.
Baru-baru ini pihak Puskeswan Palangka Raya menerima laporan dari peternak di Jalan Karanggan bahwa ayamnya mati akibat penyakit Gumboro.
--page
"Peternak diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan untuk melindungi peternakan ayam mereka dari penyakit ini," pungkasnya. (PATHUR/R)









