BORNEONEWS, Katingan - Ketahanan pangan menjadi perhatian serius baik pemerintah pusat maupun daerah. Pasalnya setiap manusia butuh makan setiap harinya.
"Kenapa ketahanan pangan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, karena setiap manusia butuh makan, kalau tidak makan akan kelaparan," ujar Bupati Katingan Ahmad Yantenglie saat membuka pertemuan teknis penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan di Aula Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan setempat, Selasa (17/5/2016).
Menurut data, penduduk dunia saat ini mencapai 7 miliar jiwa. Diprediksi tahun 2020 mendatang jumlah penduduk akan mencapai 8 miliar atau dalam jangka waktu empat tahun lagi ada penambahan 1 miliar. Selain makanan, manusia membutuhkan tempat tinggal dan keperluan lainnya.
"Maka dari itu lahan yang ada tentunya akan terbuka, untuk kita buka. Tapi di daerah lain seperti Jawa bukan buka lahan lagi tapi untuk diintensifkan," sebutnya.
Pada 2016, Katingan mendapatkan jatah dari pemerintah pusat terkait perluasan areal lahan pangan itu. Tahun ini, kata dia, ada 5 ribu hektare cetak sawah, tentunya ini dibutuhkan bantuan para penyuluh untuk membantu petani dalam hal pemanfaatan lahan tersebut.
Pembukaan areal lahan baru ini juga merupakan bagian pertahanan negara, tidak hanya senjata. "Saat ini stok pangan kita (Indonesia) hanya sisa empat bulan, ibarat perang empat bulan kita sudah KO," katanya.
Masalah pangan jadi perhatian serius, sampai TNI juga turun tangan. Diprediksikan tahun 2030 apabila tidak ada pembenahan di sektor pangan ini maka dunia akan terjadi kerawanan pangan. "Maka oleh sebab itulah peranan penyuluh ini harus terus dikembangkan," imbuhnya.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Katingan, Karlie menuturkan jika masalah pangan ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan swasta. (ABDUL GOFUR/N).


