BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Tiga kendaraan jenis matic yang melintas di Jalan GM. Arsyad, kompleks pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan TEngah, Selasa (17/5/2016), terlibat tabrakan beruntun. Akibatnya, salah satu pengendara yang berada di bagian tengah iringan menderita luka parah pada bagian mata kaki sebelah kiri.

Sumber di lapangan menuturkan kejadian bermula saat tiga kendaraan matic yang melintas secara beriringan, bagian terdepan seorang perempuan, bagian tengah kakek-kakek dan kendaraan yang di belakangnya dikendarai oleh salah seorang PNS di Pemkab Kobar.

Tiba-tiba pengendara di tengah yang melaju dengan kecepatan sedang, terjatuh, pengendara di bagian belakang yang kaget pun ikut terjatuh dan terseret. Kendaraan kakek yang terseret tanpa pengendara menghantam kendaraan ibu di depannya sehingga pengendara terdepan pun ikut terjatuh dan hampir menghantam sebuah warung. "Tidak ada yang menabrak dan ditabrak, masing-masing jatuh sendiri, benturan keras yang terdengar karena saat motor terseret menghantam motor yang jatuh di depannya," kata sumber di lokasi kecelakaan.

Sementara itu, NL (40) salah satu korban mengaku tidak mengetahui bagaimana tiga kendaraan sekaligus bisa terlibat insiden. Ia mengatakan saat melihat kendaraan di depannya jatuh ia tidak sempat menghindar dan terpaksa menjatuhkan dirinya bersama kendaraannya untuk menghindari tabrakan fatal.

"Bukan saya yang menabrak, justru saya menjatuhkan diri, kalau tidak begitu bisa jadi akan terjadi tabrakan lebih fatal," ujar NL yang terlihat panik mengetahui korban lainnya mengeluarkan darah segar dari bagian mata kakinya yang terlihat sobek.

Akibat kecelakaan beruntun itu jalan GM. Arsyad sempat macet, karena pengendara yang melintas berhenti untuk sekedar melihat-lihat. Sementara itu korban yang menderita luka segera dijemput keluarganya untuk dilakukan perawatan terhadap luka-lukanya.

Untuk diketahui Jalan GM. Arsyad tepatnya di komplek Pasar Tembaga Indah seringkali terjadi kecelakaan. Seperti beberapa hari yang lalu, warga setempat terjatuh di lokasi yang sama. Kecelakaan bisa disebabkan karena sempitnya jalan GM. Arsyad yang hanya 4 meter. Sementara kepadatan arus lalu lintas baik kendaraan roda dua dan empat yang melintas semakin banyak. selain itu, kawasan pasar tidak ada rambu-rambu peringatan bagi pengendara. (KOKO SULISTYO/N).