PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Memasuki musim pancaroba, Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tiga gangguan kesehatan yang sering terjadi, yaitu diare, flu, dan radang tenggorokan.

Menurut Andjar, musim pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau, atau sebaliknya. Pada masa ini, cuaca cenderung berubah-ubah dan tidak menentu, sehingga dapat mempengaruhi daya tahan tubuh dan kesehatan masyarakat.

“Musim pancaroba biasanya terjadi pada bulan Maret-April dan Oktober-Desember. Pada masa ini, kita harus lebih menjaga kesehatan dan kebersihan diri, lingkungan, dan makanan, karena rentan terkena penyakit,” ujar Andjar, Selasa, 27 Februari 2024.

Andjar menjelaskan, tiga gangguan kesehatan yang sering terjadi pada musim pancaroba adalah diare, flu, dan radang tenggorokan. Diare disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.

Sedangkan Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza yang menular melalui udara, sedangkan radang tenggorokan disebabkan oleh iritasi atau infeksi pada tenggorokan.

--page

“Gejala diare antara lain perut kembung, mual, muntah, dan buang air besar yang encer dan berlebihan. Gejala flu antara lain demam, sakit kepala, pilek, batuk, nyeri otot, dan lemas. Gejala radang tenggorokan antara lain nyeri, gatal, dan kemerahan pada tenggorokan, suara serak, dan kesulitan menelan,” tutup  Andjar (PATHUR/R)