PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng Rizky Ramadhana Badjuri menyebutkan sekitar 600 an hektare ditanami kebun kakao di Kalimantan Tengah dengan jumlah petani kakao sekitar 2000 an.

”Paling banyak di wilayah timur,ada Barito Utara, Barito Selatan, Murung Raya daerah timur, karena di daerah timur lahannya masih ada, tidak seperti wilayah barat,” ujarnya, saat menghadiri Seminar Potensi Pengembangan Industri dan Budidaya Kakao di Provinsi Kalteng di Disbun Kalteng, Selasa, 27 Februari 2024.

Dia mengaku akan berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (GAPKI) terkait dengan penggunaan plasma yang bisa saja tanaman menggunakan tanaman kakao di wilayah barat.

"Jadi ada namanya jangka benah,karena pohon kakao harus ada perindang dulu, kalau sudah perindang ada mudahan-mudahan nanti selama replanting 15 sampai 20 tahun sawit, ini kakao lagi yang muncul,” terangnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa, adanya kegiatan Seminar Potensi Pengembangan Industri dan Budidaya Kakao di Provinsi Kalteng, Selasa, 27 Februari 2024 berharap mudah-mudahan dari hasil seminar ini tersebut berbagi ilmu baik itu teknologi, cara menanam, pengelolaan tanah, dan cara pemberdayaan. 

Sementara itu salah satu petani Kakao dari Sinar Mas Kabupaten Gunung Mas Yateras Sabu mengatakan bahwa, pihaknya menanam kakao sudah berjalan kurang lebih 3 bulan ini, pada awalnya berprofesi sebagai petani karet.

--page

"Alasan kami beralih ke kakao karena hasilnya lebih menyakinkan, dan ini lahan kami gunakan sekitar 5 hektare milik pribadi, dulunya itu tanaman karet. Bibit kakao diberikan oleh Disbun Kalteng hitungan 1 hektare sebanyak 625, jadi kalo untuk yang membeli sudah ada orangnya dari Sulewesi menawarkan terlebih dahulu," jelasnya. (MARINI/R)