BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi kelistrikan di pangkalan Bun masih saja byar pet. Selasa (17/5/2016) kembali pemadaman listrik terjadi di Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar). Pemadaman itu terjadi sejak pukul 01.00 WIB dini hari hingga pukul 06.00 WIB pagi. Sekitar satu jam listrik menyala, kemudian listrik kembali padam sekitar pukul 09.30 WIB hingga menyala pukul 11.00 WIB.


Saat hal ini di konfirmasi kepada Manager Rayon PLN Pangkalan Bun Purwanto yang bersangkutan menjawab, bahwa padamnya listrik diakibatkan tersangkutnya layang-layang di kabel Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang terdapat di Kecamatan Kumai.

"Beberapa hari belakangan, teknisi di lapangan panen layangan. Hari ini petugas kami membersihkan  layangan di 10 titik JTM yang berada di Kecamatan Kumai. Paling banyak JTM yang tersangkut layangan berada di lokasi Jalan Padat Karya 2," jelasnya.

Padahal, lanjut Purwanto, pihaknya sudah beberapa kali mengimbau masyarakat untuk tidak lagi bermain layangan di sekitar jaringan listrik.

"Namun tetap saja tidak diindahkan masyarakat. Terkait masalah ini, kami telah mengirimkan surat kepada Bupati Kobar dan DPRD Kobar untuk mohon bantuan kepada mereka agar bisa memberi penyuluhan kepada masyarakat," jelasnya.

Cut Out Putus

Purwanto mengatakan, padamnya listrik sekitar pukul 01.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB Selasa (17/5/2016) hanya terjadi dijalur jalan Bhayangkara Kelurahan Madurejo. Sedangkan aliran listri di lokasi lainnya di fdalam kota tetap menyala. 

"Padamnya listrik di Jalan Bhayangkara akibat putusnya tiga buah Cut Out atau pengaman bila terjadi gangguan jaringan. Pemadaman ini hanya terjadi di Jalan Bayangkara saja. sedangkan di lokasi lain tetap aman. Kalau nggak ada warga yang lapor pada pagi harinya, kita juga tidak tahu lokasi tersebut aliran listriknya  padam," pungkasnya.

Beberapa waktu lalu Circulating Water Pump (CWP) di PLTU Kumai bermasalah, kemudian dilanjutkan dengan jebolnya  Current Transformer (CT) yang terpasang di panel peralatan proteksi di PLTD Kumai. 

Setelah itu permasalahan dilanjutkan dengan rusaknya pompa motor servo pada panel Circuit Breaker (CB) atau rangkaian pemutus kontak lisrik.  (WAHYU KRIDA/m)