PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengatakan bahwa untuk hilirisasi kelapa sawit diperlukan sistem teknologi produksi pengolahan CPO yang efisien lantaran yang saat ini dijalankan sangat tidak efisien dan semuanya terletak di dekat sungai.

"Saat ini sedang kami dorong produksi secara efisien dan inklusif. Kami juga mendorong teknologi yang tidak menggunakan uap atau steamless," kata Juli Ardika dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 28 Februari 2024.

Hal ini disampaikannya saat Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia atau GPPI menggelar kembali acara Evaluasi Tahunan Ilmiah Kinerja Agribisnis dan Perkebunan yang disingkat ETIKAP ke-5 pada tahun 2024.

Dengan teknologi ini, lanjutnya, akan menghasilkan biomassa yang dapat dikembalikan ke lahan serta masih banyak nilai tambah lain dari teknologi ini.

"Kami dari kementerian perindustrian mencoba mendorong petani swadaya dengan dana bagi hasil atau DBH yang diperoleh oleh masing-masing daerah yang mendapat dana tersebut," tuturnya.

--page

Kementerian Perindustrian juga menurutnya telah menyediakan skema restrukturisasi. "Jadi kita akan memberikan insentif 25 persen dari investasi dan memberikan insentif 30 persen dari biaya investasi dengan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN mesin peralatan 25 persen," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/Y)