BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulan Maret 2024 tampaknya akan menjadi masa yang sibuk dan padat bagi umat Hindu di Palangka Raya.
Pasalnya, rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 menyambung Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu 9 Maret 2024.
Sehari setelah Hari Raya Kuningan yakni Redite Pahing Langkir, Minggu 10 Maret 2024, adalah Pangrupukan Hari Suci Nyepi.
"Hari Raya Kuningan hadir 210 hari sekali ketika saptawara Saniscara (Sabtu) dan pancawara Kliwon bertemu di wuku Kuningan. Sedangkan, Hari Suci Nyepi datang setahun sekali yakni sehari setelah Tilem (bulan baru) pada sasih Kasanga, hari pertama menuju Purnama Sasih Kadasa," jelasnya Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palangka Raya, I Made Sadiyana, Rabu, 28 Februari 2024.
Katanya, karena hitungan hari raya berbeda ini bisa jadi di tahun-tahun yang akan datang, Nyepi ketemu Hari Raya Galungan dan lainnya menjadi hal yang sudah biasa.
--page
Dirinya juga memberikan informasi untuk pawai Ogoh-ogoh (menjelang Nyepi) masih belum bisa dipastikan apakah diadakan atau tidak.
Sebab, Hindu di bali akan merayakan hari Raya Galungan pada tanggal 28 Pebruari 2024, dan Hari Raya Kuningan pada tanggal 9 Maret 2024 serta hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2024.
Dan secara bersama akan bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan puasa bagi umat muslim.
Sebelum pelaksanaan hari raya Nyepi diawali dengan Melasti dan pengerupukan dan pada saat pengerupukan ini akan bersamaan dengan kegiatan Sholat taraweh mengawali puasa besok harinya.
"Pada tanggal 11 Maret nanti itu Nyepi. Dan tanggal 12 nya umat Muslim akan puasa, jadi beruntun ini, jadi pawai ogoh-ogoh masih belum dipastikan," jelasnya. (MARINI/H)









