BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah terpilih, Habib Said Ismail merasa dirugikan dengan simpang siurnya pemberitaan terkait pelantikan pemenang Pemilihan Gubernur Kalteng 27 Januari 2016 itu.

Pasalnya, beberapa media bahkan sempat menuliskan sejumlah tanggal yang diprediksi sebagai tanggal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2016-2021 ini. Kerugian yang harus ditanggung Habib paling besar adalah krisis kepercayaan.

"Gara-gara pemberitaan yang mengatakan pelantikan 19 Mei ini kemarin, hampir 60 telepon sehari saya terima dengan pertanyaan yang sama. Jujur, ini menyakitkan buat saya. Belum lagi teman-teman saya sampai mengatakan saya sembunyi-sembunyi terkait pelantikan karena tidak mau mengajak mereka, ini kan jadinya membuat kesalahpahaman," ungkap Habib kepada Borneonews, di Palanka Raya, Selasa (17/5/2016).

Padahal menurut pria yang kemana-mana masih menggunakan sepeda motor Alfa ini, yang namanya pelantikan, tentu harus ada pelaksanaan Rapat Koordinasi minimal satu minggu sebelum acara pelantikan. Bahkan pelantikan Kepala Desa saja harus melalui proses itu, terlebih pelantikan Gubernur yang dipimpin langsung oleh presiden.

"Selalu ada rakor yang membahas teknis pelaksanaan pelantikan, nah ini saya tiba-tiba dengar kabar pelantikan hari Kamis ini ya, 19 Mei. Ya tidak mungkin lah, ini saja sudah tanggal 17," ucapnya sambil geleng-geleng kepala.

Selain kerugian moril, Habib juga menceritakan kerugian materi yang sempat dialaminya gara-gara simpang siur pemberitaan ini. Di antaranya hilangnya 78 tiket keberangkatan ke Jakarta lantaran salah pemberitaan di media.

"Ini kan sudah 4 kali berita pelantikan yang memuat tanggal ini. Kemarin itu saya sudah sampai belikan 78 tiket pesawat Lion kelas ekonomi tapi ternyata pelantikannya tidak jadi. Tidak bisa direfund, akhirnya ya kita relakan saja uangnya," tambahnya.

Habib berharap media jangan terlalu memprovokasi pemberitaan terkait pelantikan ini karena semua masyarakat Kalteng sedang menunggu kepastiannya. "Jangan sampai muncul kekisruhan di masyarakat, kita tunggu saja karena memang ini kewenangan Pemerintah Pusat," tutupnya.

Pilgub Kalteng 2016, yang diikuti dua pasangan, Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (SOHIB), dan Willy M Yoseph-HM Wahyudi K Anwar (WIBAWA). KPU Kalteng menggugat hasil penetapan tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Dalam sidangnya MK akhirnya menetapkan Sugianto Sabran-Habib Said Ismail sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2016-2021. (TESTI PRISCILLA/N).