BORNEONEWS, Sampit - SMP PGRI 4 Sampit di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, sangat menghawatirkan. Bertahun-tahun sekolah itu menjadi langganan banjir, tidak ada penanganan serius dari pemerintah mengupayakan penimbunan halaman sekolah yang sudah sangat rendah itu.
“Kalau hujan turun sekitar tiga jam sekolah ini pasti banjir, karena memang halaman sekolah kami rendah,” kata Kepala SMP PGRI 4 Sampit, Falwi.
Seperti pada Selasa (17/5) dini hari hujan mengguyur Kota Sampit hingga pada pagi hari. Hujan yang cukup deras tersebut mengakibatkan sekolah yang terletak di Gang Kelinci Jalan Kristopel Mihing tersebut kembali terendam.
Banjir seperti ini terjadi sudah hampir tiap tahun. Bahkan beberapa tahun lalu sebelum ada perbaikan bangunan, semua kelas tergenang air. Namun saat ini sudah diperbaiki sehingga air tidak lagi masuk ke dalam ruang kelas.
Pihak sekolah berharap ada bantuan pemerintah daerah untuk penimbunan halaman sekolah sehingga tidak tergenang air lagi. Jika kondisinya seperti itu,. Kegiatan belajar mengajar di sekolah akan terganggu.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung turun untuk mengecek ke lokasi sekolah yang menjadi langganan banjir tersebut. Dari pantauan, para siswa yang hendak masuk sekolah terpaksa membuka sepatu karena halaman sekolah tergenang air hingga 20 centimeter.
“Tadi (kemarin) kami cek ke lapangan untuk melihat kondisi banjir di sekolah itu karena memang hujan pada malam itu sangat deras. Yang tergenang hanya halamannya saja, tidak sampai masuk ruangan atau kelas,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kotim, Sutoyo disela memantau kondisi banjir di sekolah itu, Selasa (17/5/2016).
Selain di SMP PGRI 4 Sampit, banjir juga menggenangi sebagian rumah warga di beberapa titik, seperti di Jalan Kenan Sandan Gang Kutilang, Jalan Cristopel Mihing Gang Ikhlas, Daerah. Sedangkan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yakni di sekitar gang Ketapi 7 Jalan D I Panjaitan, yang ketinggian air yang sama yakni 20 centimeter.
“Sudah kami pantau di sekolah tersebut, dan airnya sudah mulai turun dan rendah,” ungkap Sutoyo. (RAFIUDIN/m)


