BORNEONEWS, Sampit - Petani di Desa Rasau tumbuh, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur sangat mengharapkan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi melalui instansi terkait meng­alokasikan program cetak sawah baru di desa mereka.

“Kami mempunyai lahan yang siap untuk dilakukan pencetakan sawah baru dengan luas sekitar 60 hektare. Lokasi itu juga memiliki sumber air yang cukup untuk di­kem­bangkan sebagai wilayah pertanian, perikanan dan peternakan produktif,” kata petani yang juga tokoh masyarakat Desa Rasau Tumbuh Sarifudin, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya, keinginan petani un­tuk memiliki sawah cukup tinggi. Namun karena keterbatasan sarana prasarana maupun permodalan, petani di desa itu kesulitan menggarap lahan secara mandiri. Selain itu, diajukannya program cetak sawah juga bertujuan agar para petani dalam membuka lahan tidak lagi dengan cara membakar.

“Karena itu, kami mengharapkan batuan pencetakan sawah, juga dilengkapi dengan alat berat untuk menunjang penggarapan lahan, jaringan irigasi sekunder, termasuk pembinaan kepada petani,” ujar mantan Kepala Desa Rasau Tumbuh itu.

Kecamatan Kotabesi merupakan salah satu daerah penyumbang hasil pertanian. Karena itu, sangat wajar jika program perluasan lahan pertanian dilakukan di wilayah ini. Sehingga dengan bertambahnya luas lahan pertanian akan berdampak pula pada peningkatan produktivitas hasil tanaman pangan, khususnya padi sawah.

Bantuan percetakan sawah tidak saja membantu para petani untuk lebih meningkatkan produtivitas hasil tanaman pangan, namun lebih dari itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian petani.

Instansi terkait diharapkan da­pat turun ke lapangan untuk meninjau lokasi bakal sawah yang disiapkan untuk pencetakan sawah. Sehingga dapat dilakukan studi kelayakan dan analisa penghitungan biaya cetak sawah baru. (RIFQI/m)