BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo menyampaikan prevalensi stunting di Kalteng ditargetkan bisa menurun dibawah 20 persen sesuai dengan target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Pada setiap rapat, pihaknya selalu mengingatkan agar penyusunan anggaran penanganan stunting memperhatikan banyak sektor yang berkaitan dengan pengentasan stunting.
“Stunting ini kan dipengaruhi oleh banyak sektor, bisa dipengaruhi oleh ketersediaan air bersih, artinya leading sectornya di PUPR, jaringan sanitasi, belum lagi persoalan gizi, itu juga banyak sektor, ada dari pertanian, ketahanan pangan, dan lainnya,” ujarnya, Kamis, 29 Februari 2024.
Edy menekankan, semua sektor harus saling mendukung program untuk mencegah dan menanggulangi stunting. Maka dari itu, kunci penurunan stunting adalah koordinasi yang intens dari berbagai sektor.
Dia mengatakan, daerah yang menjadi lokasi fokus (lokus) penurunan stunting di Kalteng adalah daerah-daerah yang notabene relatif terisolasi.
--page
“Ada beberapa data, ya, terkait daerah-daerah itu, tapi untuk di wilayah Barito juga ada yang cukup tinggi, Bartim masih ada, Kapuas di wilayah pesisir juga, daerah Pulpis pesisir juga daerah pesisir,” tambahnya. (HERMAWAN DP/H)









