SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ratusan pelajar SMA dari 14 kecamatan mengikuti seleksi Paskibraka di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat, 1 Maret 2024.

"Kegiatan Ini diikuti sebanyak 278 orang peserta, yang terdiri dari peserta putra 191 orang dan putri 87 orang," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lumban Gaol.

Sanggul mengatakan, peserta berasal dari 35 SLTA/MA sederajad dari 14 Kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, Kota Besi, Cempaga, Cempaga Hulu, Telawang, Parenggean, Mentaya Hulu, dan Antang Kalang.

Seleksi yang dilaksanakan hari ini merupakan tahapan seleksi Pancasila dan wawasan kebangsaan di Gedung Serba Guna Sampit. Peserta mengerjakan sejumlah soal yang disajikan secara online oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Dari 278 siswa yang lulus 169 siswa. Bahkan kita bangga ada 5 orang yang mendapat nilai 100. Saya akan kasih hadiah untuk mereka ini rasa kebanggaan kita," ujarnya.

--page

Hasil seleksi tersebut menunjukkan peserta sudah bisa menelaah soal meskipun tergesa-gesa karena keterbatasan waktu. Hal itu juga menunjukkan perbedaan wawasan dari siswa yang bersekolah di kota dan kecamatan.

"Ini menjadi tantangan kita ke depan di bidang ideologi wawasan kebangsaan harus kita berikan kepada sekolah-sekolah untuk bisa meningkatkan bagi siswa SMA di pedalaman," imbuhnya.

Lebih lanjut, seleksi Paskibraka Kotim belum tuntas. Peserta masih dihadapkan serangkaian seleksi diantaranya seleksi intelegensi umum, seleksi kesehatan, seleksi parade, seleksi baris berbaris dan Kesamaptaan, dan seleksi kepribadian.

"Sehingga dari 169 yang lulus hari ini masih akan terus berguguran hingga menyisakan 75 orang. Kemudian 71 orang menjadi Paskibraka Kotim dan 4 orang akan kita kirim ke provinsi sekaligus mengikuti tes tingkat nasional," tandasnya.

--page

Sanggul berpesan, bagi siswa yang tidak lulus harus tetap semangat. Sebagai generasi muda mereka memiliki banyak peluang untuk mengembangkan diri baik di paskibra kecamatan atau mengikuti organisasi lain. (DEWI PATMALASARI/j)