BORNEONEWS, Palangka Raya - Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia CV Mitra Kalteng Perdana atau mantap Management, Fathan Asy'ari menilai, pemerintah perlu membentuk Satgas disiplin anak dan remaja.
Fathan menilai, bullying atau tindakan kekerasan perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental, harus menjadi perhatian serius.
Terutama perhatian dari pemerintah baik itu kementerian ataupun dinas pendidikan serta aparat penegak hukum seperti kepolisian.
"Pemerintah bersama para ahlinya harus segera membentuk Satgas Disiplin Anak dan Remaja, sebagai upaya pencegahan dan penindakan disiplin," jelasnya, pada borneonews.com Senin, 4 Maret 2023.
Ia menerangkan, saat ini, tidak hanya bullying yang harus segera ditangani tetapi secara umum kenakalan anak dan remaja yang diluar batas, sehingga Satgas disiplin anak dan remaja ini harus segera diinisiasi untuk dibentuk. Tim satgas bisa jadi dari gabungan antara aparat penegak hukum dan pemerintah serta praktisi.
--page
"Dibuat program pembinaan khusus untuk merubah ke arah yang lebih baik dan untuk merubah bagi anak anak yang melanggar, karena masadepan mereka masih panjang," tambahnya.
Ia mewanti-wanti jangan sampai terlambat dalam melakukan tindakan perbaikan dan pembinaan, memang menurutnya program tindakan dari sekolah memang sudah ada tetapi akan lebih baik jika ada tim khusus seperti satgas disiplin anak dan remaja.
Terlebih, lanjut dia, saat ini zaman sudah mulai maju dan dalam menangani hal hal semacam ini sdh banyak teorinya tinggal dilakukan pada sisi eksekusi dan dikhususkan.
"Kenakalan remaja secara umum banyak sekali, tidak hanya bullying disekolah tetapi diluar sekolah, tidak hanya tetang bullying tetapi kenakalan remaja secara umum sehingga tindakan khusus diperlukan," tutupnya. (HERMAWAN DP/Y)









