BORNEONEWS, Palangka Raya - Lembaga Swadaya Rakyat Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR LPMT) Kalteng mengamankan seorang warga bernama Norman. Ini karena pemuda 22 tahun yang tinggal di Kompleks Mendawai Palangka Raya itu membobol bengkel Aman Motor milik Abdul Rahman (48).


Berbekal linggis, Norman mencongkel bengkel yang terletak tidak jauh dari kediamannya dan berhasil mengembat 27 ban dalam merk Aspira plus tiga aki motor. Rabu (18/5/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, aparat Polres Palangka Raya menjemput Norman dan digiring ke Mapolres guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kita amankan pada saat dia berjalan. Barang buktinya lengkap. Kita serahkan ke Polres untuk penanganan lebih lanjut," kata Gatis, Ketua LSR LPMT.

Sementara itu, Norman mengaku tidak melakukan pencurian meskipun terdapat barang buktinya. Dia berdalih, bermula pada Selasa (17/5/2016) sore ketika dirinya berada di bengkel dan tertidur. Kemudian ada salah seorang temannya datang menjemput.

"Setelah itu saya berangkat. Ternyata HP saya ketinggalan," dalihnya.

Pada pukul 23.00 WIB, dia kembali datang ke bengkel dan melakukan pencarian. Namun dia juga dibekali sebuah linggis yang rupanya digunakan untuk mencongkel bengkel. "Bengkel saya congkel pakai linggis. Terus saya ambil ban-bannya," ungkapnya.

Norman lagi-lagi berdalih terkait barang yang ia ambil itu. Dia menyebut ban dalam maupun aki yang ia ambil karena atas perintah temannya yang bernama Rian.

"Saya cuma disuruh. Katanya, ban dalam ambil saja," ucap Norman.

Pencurian tersebut diketahaui pagi hari oleh Abdul Rahman. Ia yang juga anggota LSR tersebut langsung mendatangi markas LSR yang juga beralokasi di Kompleks Mendawai. Setelah ditelusuri, akhirnya Norman berhasil diamankan. Kemudian barulah diserahkan ke aparat Polres Palangka Raya. "Kerugian kira-kira mencapai jutaan," ucap Rahman. (BUDI YULIANTO/*)