BORNEONEWS, Tamiang Layang - Meski harga beras di pasar saat ini masih mahal namun Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM atau DisdagkopUKM Kabupaten Barito Timur memastikan ketersediaan beras dan barang kebutuhan pokok lainnya masih aman menjelang bulan Ramadan yang tinggal sepekan lagi.
"Dari hasil turun ke lapangan stok beras total di pasar Barito Timur mencapai 100 ton lebih. Kami juga mendapatkan informasi bahwa di akhir Maret daerah Hulu Sungai Kalsel sudah memasuki musim panen padi, jadi diperkirakan pada saat hari raya Idulfitri maupun bulan April-Mei harga beras sudah turun," ungkap Kabid Perdagangan DisdagkopUKM Barito Timur, Wachid S, Selasa, 5 Maret 2024.
Menurutnya, untuk menjaga stabilisasi harga beras DisdagkopUKM telah mengadakan pasar penyeimbang di beberapa lokasi.
Selain itu juga secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar serta melakukan inspeksi mendadak (Sidak) gabungan lintas sektoral yang melibatkan kepolisian, TNI dan dinas pertanian.
"Saat Sidak kami menemukan ternyata meski sudah gencar melakukan pasar penyeimbang tapi harga beras tetap mahal di pasar. Namun informasi yang kami dapatkan dari pedagang, kalau tidak diadakan pasar penyeimbang harga beras bisa lebih mahal lagi," tutur Wachid.
Untuk menekan inflasi saat memasuki puasa Ramadan, DisdagkopUKM bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Buntok juga akan membuka Gerai SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di Pasar Tamiang Layang
"Nanti di gerai itu akan diperjualbelikan komoditas beras. Kalau ada bisa minyak goreng, daging dan gula juga, tapi hasil konfirmasi dengan Bulog kemarin beras dulu," ungkap Wachid.
Selain itu, dalam waktu dekat DisdagkopUKM juga akan mengadakan pasar murah pada 10 kecamatan untuk mengurangi kemiskinan. Penerima manfaat pasar murah ini sudah ditentukan pemerintah kecamatan yaitu warga yang masuk kategori miskin atau kurang mampu.
--page
Sementara itu Kepala DisdagkopUKM Barito Timur, Berson, mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi bulan puasa maupun hari raya Idulfitri.
"Masyarakat tidak perlu resah atau panik karena pada dasarnya kami sudah turun ke lapangan untuk mengecek harga barang kebutuhan pokok dan barang penting bahwa ketersediaan stoknya aman. Jadi beberapa minggu ke depan akan aman, sekalipun saat ini beberapa komoditas masih tinggi harganya tapi secara umum stok masih aman," ucapnya. (BOLE MALO/R)









