SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) upaya untuk memotivasi pengembangan daya inovasi untuk tingkat ekonomi produktif.

"Kegiatan ini upaya mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengembangkan daya inovasi TTG yang mempunyai prospek untuk dapat dimanfaatkan dan didayagunakan oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan kegiatan usaha ekonomi produktif dan kreatif berbasis kepada potensi unggulan desa atau daerah," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Raihansyah, Selasa, 5 Maret 2024.

DPMD Kotim menggelar lomba TTG di Aula Jabal Rahmah Islamic Center Sampit selama satu hari. Kegiatan tersebut diikuti 23 tim dengan total peserta 67 siswa SMA sederajat.

Jumlah peserta tersebut meningkat 60 persen dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan minat dari generasi muda di Kotim untuk melakukan inovasi teknologi tepat guna.

Berbeda dari tahun sebelumnya pengembangan teknologi tidak terbatas, kali ini DPMD Kotim menetapkan tema dalam inovasi teknologi. Siswa harus membuat sebuat inovasi dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

"Hari ini proses penilaian dari proposal dan cek hasil karya. Sejumlah aspek yang dinilai yaitu sinopsis, kronologis, alasan membuat teknologi itu, manfaat, kajian teknis dan tidak melebihi biaya yang ditetapkan panitia," ujarnya.

--page

Lomba TTG dilaksanakan secara berjenjang, sehingga pemenang dari kabupaten akan dikirim tingkat Provinsi dan jika juara akan mewakili tingkat nasional.

"Alhamdulillah tahun lalu Kotim juara 1 di Kalteng dan mewakili TTG tingkat nasional namun hanya masuk 15 besar karena pesertanya luar biasa dan jurinya dari berbagai universitas di Indonesia," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)