BORNEONEWS, Katingan - Jumlah warga kurang mampu/miskin di Kabupaten Katingan dari tahun ke tahun menunjukan angka penurunan. Ada beberapa indikator utama kemiskinan yang perlu menjadi perhatian. Antara lain, tingkat kemiskinan di Katingan yang masih tinggi yaitu 6,53 persen, angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup masih tinggi, yaitu 1,74 persen. Kemudian, angka kematian ibu melahirkan per 1.000 kelahiran hidup juga masih tinggi, jumlah penduduk yang mendapat akses air bersih masih rendah dan persentase rumah tangga yang menggunakan listrik baru sekitar 56,08 persen saja.
“Dari data tersebut, mari kita pacu sesuai bidang tugas masing-masing agar indikator utama kemiskinan semakin bernilai positif," ujar Wakil Bupati Sakariyas saat membuka Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Aula Bappeda, Selasa (17/5/2016)
Salah satu upayanyanya, membuat program dan kegiatan yang terarah serta terpadu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) , persentase jumlah pendudukan miskin di Katingan mengalami penurunan 6,53 persen dibanding tahun 2013 sebesar 6,55 persen.
Angka kemiskinan tersebut, ujar Wabup Sakariyas, belum memenuhi harapan sesuai target yang ditetapkan dalam RPJMD 2013-2018, yaitu sebesar 6,45 persen. “Agar kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan bisa mencapai tujuan yang ditetapkan, harus dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi.”
Karena itu, tutur Sakariyas, tugas TKPKD perlu terus menerus disempurnakan sesuai permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, diharapkan hasilnya dapat lebih optimal pada masa mendatang. “Perlu juga dilakukan identifikasi permasalahan mendasar dan diupayakan penyelesaiannya secara komprehensif. Program dan kegiatan harus disinergikan, termasuk upaya penyerapan dana pembangunan.” (ABDUL GOFUR/N).


