BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kalteng, Sri Widanarni mengingatkan pertambahan penduduk dapat picu permasalahan pengelolaan sumber daya air.
“Pengelolaan sumber daya air di Provinsi Kalteng secara khusus menghadapi berbagai permasalahan, sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk,” tuturnya saat mewakili gubernur dalam sosialisasi di Aula Jayang Tingang, Selasa, 5 Maret 2024.
Sri Widanarni menyampaikan bertambahnya jumlah penduduk tersebut biasanya diiringi perkembangan sosial dan ekonomi.
Dampaknya menyebabkan meningkatnya kebutuhan air dan adanya degradasi fungsi lingkungan sumber daya air yang ditandai pencemaran air, berkurangnya daerah tangkapan air.
Termasuk, berkurangnya debit beberapa sumber air di musim kemarau, dan meningkatnya potensi banjir di musim penghujan.
--page
“Saya mengajak stakeholder terkait di wilayah Kalimantan Tengah, dapat turut serta menyumbangkan pemikiran, gagasan, dan saran untuk membantu perumusan kebijakan mengenai pengelolaan sumber daya air di Indonesia,” tuturnya. (HERMAWAN DP/R)









