BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah Sutoyo membeberkan sejumlah daerah menjadi tempat berinvestasi bagi investor, baik dalam maupun luar negeri.
Adapaun realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Kalteng tertinggi tahun 2023 ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), disusul Kotawaringin Barat (Kobar), dan Murung Raya (Mura).
Sementara, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kalteng tertinggi tahun 2023 berada di Kapuas, Kotawaringin Timur (Kotim), dan Barito Utara (Barut).
Sutoyo membeberkan, PMA di Kotim senilai $ Rp.300.333,30 (43,50 persen), Kobar $Rp.142.464,00 (20,42 persen), dan Mura $Rp.92.193,70 (13,22 persen).
"Dan untuk PMDN Kapuas Rp.1.377.327.70 (15,69 persen), Kotim Rp.1.312.329.70 (14,95 persen) dan Barut Rp.1.250.849.80 (14,25 persen)," katanya, Kamis, 7 Maret 2024.
--page
Ia menambahkan, PMA dan PMDN ini bergerak di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, pertambangan, dan industri makanan.
Realisasi investasi tersebut setidaknya ada dua simpulan awal yang dapat diambil. Pertama, di tengah dominasi sektor primer, subsektor Industri Makanan berpotensi untuk menjadi sektor unggulan baru daerah.
"Kedua, secara kumulatif, realisasi investasi di Kalimantan Tengah wilayah barat dan timur terdistribusi secara merata, namun perlu sedikit penguatan untuk wilayah tengah," tandasnya. (MARINI/j)









