SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - SMPN Satu Atap 2 Baamang mengembangkan mesin penetas telur ayam semi digital memanfaatkan limbah kulkas. 

"Kami mengembangkan mesin penetas telur semi digital memakai timer pengontrol suhu sederhana menggunakan limbah kulkas," kata Kepala Sekolah SMPN Satu Atap 2 Baamang Noordiana, Kamis, 7 Maret 2024.

Inovasi ini diusung oleh dirinya bersama 2 pelajar atas nama Ika Herlina Putri dan Norman Adriansyah pada lomba teknologi tepat guna yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim beberapa waktu lalu.

Diana mengatakan, pengembangan mesin penetas telur ini diwujudkan dalam waktu yang terbatas. Proses perakitan alat memakan waktu 2-3 hari, namun uji coba penetasan telur memakan waktu 15 hari.

Mesin penetas telur tersebut dilengkapi dengan pengontrol pemanas luar, kelembaban dan pemantau suhu menggunakan air raksa. Jika suhu menunjukkan 38 derajat pemanas akan mati dan jika suhu 37,5 derajat lampu pengontrol suhu bawah akan menyala.

--page

Mesin dengan kapasitas 100 butir telur tersebut memerlukan biaya pembuatan kurang lebih Rp 874 ribu.

Selain mengurangi limbah elektronik yang banyak dijumpai di Kecamatan Baamang, ide pembuatan mesin penetas telur tersebut muncul untuk membantu peternak ayam kampung di Desa Tanah Mas sekitar sekolah tersebut.

Diana mengatakan, terdapat 50 peternak tradisional ayam kampung di desa tersebut. Namun hanya 2 peternak yang memiliki penetas telur. Itu pun masih menggunakan kayu sehingga suhu tidak stabil.

"Kalau mesin penetas telur semi digital ini sudah stabil. Bahkan anak ayam yang baru menetas kita masukkan di sini juga lebih sehat seperti inkubator," imbuhnya. 

Mesin penetas telur ini akan terus pihaknya kembangkan. Bahkan mencuat wacana untuk produksi mesin dengan jumlah banyak.

--page

Sebagai informasi, SMPN Satu Atap 2 Baamang berhasil menyabet juara harapan I lomba TTG. Inovasi mesin penetas telur semi digital menggunakan limbah kulkas ini meraup nilai 237,50 dari dewan juri.

Diana berharap, dengan mengikuti kegiatan yang menuntut kreativitas dan inovasi seperti ini mampu memberi motivasi seluruh siswa SMPN Satu Atap 2 Baamang untuk tampil dalam bidang akademik dan non akademik. (DEWI PATMALASARI/H)