BORNEONEWS, Palangka Raya - Umat Hindu di Kota Palangka Raya menggelar sejumlah upacara ritual dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946.
Salah satu ritual, Jumat 7 Maret 2024 yakni Melasti yang merupakan ritual melarung sesaji di Sungai Kahayan Kota Palangka Raya tepatnya berada di bawah Dermaga Tugu Soekarno Palangka Raya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palangka Raya, I Made Sadiyana mengatakan bahwa melasti dimaknakan sebagai upacara penyucian diri menyambut Hari Raya Nyepi yang diikuti seluruh Umat Hindu.
"Dengan tujuan membersihkan diri dari segala perbuatan buruk. Pada waktu Melasti, masyarakat akan mengikuti upacara yang diawali persembahyangan bersama," katanya, Jumat 7 Maret 2024.
Dirinya juga mengutarakan, setelah sembahyang, arca, pratima, dan pralingga diusung menuju segara yaitu sungai atau danau untuk dibersihkan dan disucikan.
Katanya proses pembersihan dan penyucian diawali dengan persembahan sesajen, diiringi dengan doa yang dipimpin pemangku dan diikuti seluruh masyarakat dengan kembali melaksanakan persembahyangan bersama.
--page
"Hal ini bertujuan memohon pembersihan dan penyucian lahir dan batin," bebernya. Dia menambahkan dengan datangnya hari suci Nyepi Tahun ini, dapat menjadi momen instropeksi diri sebagai umat manusia agar tetap menjalankan kebaikan dan menjauhi hal-hal buruk yang telah dilalui. (MARINI/R)









