BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus melakukan berbagai langkah dan upaya dalam rangka menurunkan angka stunting di wilayah setempat.
Pj Sekretaris Daerah Seruyan, dr Bahrun Abbas mengungkapkan berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022 lalu, angka stunting di Seruyan berada diangka 34,7 persen
Angka tersebut menempatkan Seruyan pada urutan ke tiga tertinggi se-Kalimantan Tengah.
“Jika dilihat dari 14 kabupaten kota se-Kalteng, kita masuk urutan tiga besar tertinggi,” katanya, Jumat, 8 Maret 2024
Dikatakan, masalah stunting menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi secara bersama sama, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganannya
“Dalam menanggulangi diperlukan strategi dan upaya maksimal dari stakeholder dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk peran dari pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran penanggulangan di tingkat desa," jelasnya.
--page
Selain itu, Bahrun Abbas berharap, kesadaran masyarakat juga harus lebih meningkat untuk selalu dan rutin memantau proses kehamilan hingga tumbuh kembang anak dengan datang ke posyandu,
“Dengan rutin datang ke Posyandu maka tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik, termasuk jika ada indikasi stunting dapat tertangani dengan cepat, “ tandasnya. (FAHRUL/Y)









