PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengingatkan 4 faktor yang sering mendominasi penyebab konflik.

“(Ada) beberapa faktor yang dapat menyebabkan potensi terjadinya konflik sosial di Provinsi Kalteng,” sebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, Katma F Dirun mewakili gubernur Kalteng saat memberikan materi, di Hotel M Bahalap, Kota Palangka Raya, Jumat, 8 Maret 2024.

Katma mengatakan potensi pertama adalah Persaingan Sumber Daya Alam. Potensi konflik tersebut seperti pertambangan dan kehutanan yang dapat memicu perselisihan antara pihak-pihak yang berkepentingan.

Tak kalah berbahayanya isu agraria dan tanah. Permasalahan terkait kepemilikan tanah dan pemanfaatan lahan pertanian dapat menjadi pemicu konflik antara masyarakat lokal, perusahaan, dan pemerintah.

Ketiga, konflik etnis dan agama. Perbedaan etnis dan agama yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah juga dapat menjadi sumber ketegangan dan konflik jika tidak dikelola dengan baik.

--page

Terakhir, kesenjangan sosial dan ekonomi. Adanya kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok masyarakat bisa menyulut konflik sosial. “Terutama jika tidak ada langkah konkret untuk mengatasi ketimpangan tersebut," tambahnya. (HERMAWAN DP/Y)