PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Tengah (Kalteng) Budi Cahyanto menanggapi terjadinya kenaikan harga beras yang saat ini. 

Menurutnya, itu terjadi akibat jumlah penduduk Kalteng mencapai kurang lebih 2,7 juta jiwa maka permintaan beras juga meningkat.

Peningkatan itu, pihaknya sesuaikan kebutuhan beras telah dipasok mulai dariProgram Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)  atau Beras SPHP sampai bantuan pangan lainnya. 

Kenaikan ini terjadi akibat ada pihak ketiga terutama dari swasta contohnya beras merek Lahap, Siam unus, Mangkok dan lainnya yang jumlahnya belum mencukupi jumlah penduduk.

"Saya menduga Bulog sudah memasok ke pasar kurang lebih 1.500 ton beras dari separo kebutuhan contohnya Palangka Raya, kalau beras masih naik itu artinya pasokan yang dilakukan pihak lain luar dari Bulog tidak sebanyak 1.000 ton," katanya Jumat 8 Maret 2024.

Kemudian ada faktor lain kenaikan beras secara harga beras seperti merek Lahap dan Mangkok itu berasal dari wilayah lain di Jawa yang sudah naik, maka sampai di wilayah Kalimantan Tengah juga akan ikut naik.

"Jadi, mungkin itu menyebabkan kenapa stol Bulog kuat tapi harga beras naik. Nah, ini upaya kita menyebarkan beras-beras sampai Tangkiling Kalampangan dengan mitra kita terutama pada beras SPHP," jelasnya.

--page

Pihaknya juga melakukan monitoring bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, yang berkaitan dengan harga agar beras ini segera meredam kenaikannya. (MARINI/R)