BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi beras dan padi wilayah Kalimantan Tengah dari Januari 2024-April 2024 dengan metode pendataan KSA Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng diprediksi kurang lebih 70n ribu ton lebih meningkat dibandingkan tahun lalu.
"Estimasinya naik, sepanjang tidak ada musibah seperti banjir dan serangan hama. Dan ini berlandaskan prediksi pemantauan kami pada skala normal terhadap tanaman padi yang di foto melalui KSA," kata Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro, Jumat 8 Maret 2024.
Menurutnya, Januari 2024 - April 2024 ini lebih tinggi pasokan beras dibandingkan tahun lalu dan aman. Sehingga, nanti katanya bagaimana faktor distribusinya baik dari sumber penggilingan beras di Kalteng maupun Kalsel.
"Termasuk dari Bulog tentunya yang mengadakan beras dari Jawa itu mestinya masih aman," bebernya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Tengah (Kalteng) Budi Cahyanto menambahkan, bahwa pihaknya telah diberikan target dari Bulog Pusat serta pasar yang ada dan pedagang sembako yang berjualan beras, agar bisa menjual beras SPHP.
Beras SPHP katanya menangani kelangkaan pasokan beras karena kegagalan panen di sejumlah wilayah berdampak pada melonjaknya harga beras di pasaran. Sebab, pemerintah daerah memberikan subsidi beras yang disebut sebagai Beras SPHP Bulog.
Beras SPHP jelasnya adalah beras yang digulirkan pemerintah melalui Perum Bulog sejak 2023 sebagai program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Beras ini berasal dari beras cadangan pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog.
Tentunya pihak melaksanakan program distribusi langsung untuk masyarakat melalui kerjasama dengan toko sembako yang berada di masyarakat. Jumlah stok beras katanya kisaran 280 atau 290 toko atau Program Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi oulet Bulog.
--page
"Tapi hari ini kami sudah mencapai 600 titik hampir semua titik yang kita coba menjadi oulet Bulog. Ada beberapa kabupaten yang kita tambah seperti Katingan, Pulang Pisau, Lamandau dan Barito Timur," jelasnya. (MARINI/R)









