BORNEONEWS,  Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Riban Satia mengeluhkan  masih lemahnya koordinasi pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya.

Sejumlah agenda penting terutama menyangkut pejabat pusat yang bertandang ke daerah, sering lepas kordinasi. Akibatnya, sering mis-komunikasi.

Riban menyebut, tidak adanya koordanasi yang baik seringkali dialami terutama berkaitan dengan penyampaian informasi kegiatan pemeritahan. Bahkan dalam banyak hal, yang sejatinya melibatkan Pemkot. Contohnya, bila ada tamu penting dari pusat datang ke Palangka Raya di waktu-waktu tertentu.

Ia menilai, penekanan hal tersebut perlu disampaikan bukannya tanpa alasan. Sebab kenyataan yang terjadi membuat posisi Pemkot selalu dinilai salah dalam sudut pandang tugas maupun fungsi kepemerintahan.

“Ada tamu pusat gitu, tetapi ironisnya kami sering tidak diberitahu. Nah, ketika urusan tamu tersebut berkenaan dengan kepentingan dengan Pemkot tetapi kami tidak menyiapkan karena tidak diberitahu tadi, ujung-ujungnya Pemkot yang disalahkan. Padahal dikoordiasikan pun tidak,” celetuk Riban usai penandatangan kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng tentang  hukum perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Selasa (17/5/2016). (ROZIKIN/*)