BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lubang menganga sedalam 30 sentimeter mengancam pengendara bermotor di jalan Ahmad Yani, Pangkalan Bun, dekat hotel Swiss Belinn Pangkala Bun. Keberadaan lubang cukup dalam dan besar itu  hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah.

Gunawan, 38, karyawan perusahaan retail di Pangkalan Bun meminta jalan tersebut segera diperbaiki. Saat malam hari, lubang itu menjadi jebakan bagi pengendara termasuk dirinya.

"Pulang kerja jam sebelas malam, ban depan bocor, nyari tambal ban nggak ada. Itu gara-gara hantam lubang itu," kata Gunawan di warung kopi dekat jalan yang berlubang tersebut, Kamis (19/5/2016) pagi.

Yuni, 22, warga yang berada di jalan Ahmad Yani mengeluhkan hal serupa. Lubang tersebut diakuinya cukup dalam dan dapat membahayakan pengendara.

"Kalau siang sih tidak terlalu membahayakan, yang paling bahaya itu malam. Coba saja kalau lewat situ pakai motor, kalau tidak jeli pasti kena lubang itu," katanya.

Ia berharap pemerintah segera memperbaikinya. Sebab tidak lucu jika dilakukan perbaikan setelah korban berjatuhan.

Pantauan Borneonews tadi pagi di jalan tersebut, banyak pengendara yang menghindari lubang. Lubang tersebut berada di bagian tengah jalan. Pengendara rata-rata memacu kendaraannya di atas 60 kilometer per jam. Kecepatan itu berbahaya  jika tiba-tiba rem mendadak, bisa tergelincir dan jatuh. Apalagi saat berkendara kemudian menghantam lubang menganga tersebut. Khususnya sepeda motor bisa oleng dan jatuh.

Kadis Pekerjaan Umum Kotawaringin Barat Agus Yuwono mengatakan, jalan Ahmad Yani Pangkalan Bun merupakan jakan provinsi. Dana untuk perbaikan dan peningkatan jalan ada di Pemprov.

"Kabupaten tidak bisa menganggarkan karena jalan itu provinsi. Tapi kalau tidak salah, tahun ini akan ada peningkatan jalan sama seperti di Jalan Paku Negara dilakukan pengaspalan dan peninggian permukaan jalan," katanya. (CECEP HERDI/m)