JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Direktur Eksekutif PalmOil Agribusiness Strategic Policy Institue (PASPI), Tungkot Sipayung mengklaim sawit satu-satunya minyak nabati yang memiliki sistem sertifikasi berkelanjutan.

"Dari 7 minyak nabati di dunia, yang punya sistem sertifikasi berkelanjutan hanya sawit,” kata Tungkot saat bedah buku mitos vs fakta sawit di Universitas Palangka Raya, akhir pekan ini.

Ia menyebut bangsa Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar, sustainable (berkelanjutan) sampai ke generasi mendatang.

Tungkot menepis tudingan kampanye buruk mengenai sawit yang bersinggungan tentang lingkungan, boros air, berkolesterol serta tuduhan miring lainnya dengan menjawabnya melalui kajian empiris intelektual data berimbang.

"Itu tidak benar. Menepis sawit itu boros air, merusak lingkungan dan lainnya. Mana lebih banyak emisi gas rumah kaca Indonesia dan Eropa 4 kali lipat. Sawit kontribusinya kecil, 25 juta hektar,” sebut dia.

--page

“Menggunakan isu lingkungan dan sosial untuk menyudutkan industri sawit. Sawit ini belum sempurna, tapi lebih sempurna dari pesaingnya," tegasnya. (HERMAWAN DP/j)