BORNEONEWS, Kasongan - Puluhan warga Jalan Langsat terutama yang bermukim di Komplek Perumahan Wengga IV Kasongan, iuran uang perbaikan jalan rusak di wilayah itu.
Dari dana sumbangan warga setempat yang terkumpul berjumlah kurang lebih Rp2 juta. Mereka lantas membeli tanah urug dan batu belah guna memperbaiki jalan di komplek itu yang selama ini banyak lubang menganga di beberapa titik jalan.
Puluhan warga Jalan Langsat Komplek Perumahan Wengga IV itu melakukan gotong royong, Rabu (18/5/2016) sore hingga tengah malam. Warga yang bermukim di perumahan itu, sebagian besar adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian anggota TNI dan Polri, pengusaha, wiraswasta maupun lainnya termasuk wartawan.
"Makanya gotong royong memperbaiki jalan rusak ini dilakukan sore dan malam hari, karena kalau pagi dan siang warga di sini semuanya sibuk bekerja," tutur Asliman, penggagas gotong royong di Jalan Langsat Kasongan disela gotong royong bersama puluhan warga setempat.
Menurut Mantan Camat Pulau Malan ini, gotong royong memperbaiki jalan itu karena kendaraan baik sepeda motor maupun roda empat dan lainnya tidak jarang terperosok di jalan yang berlubang.
Banyaknya kerusakan jalan itu karena kondisi jalan sejak awal pembangunan perumahan itu lebih rendah dibanding areal perumahan. Akibatnya saat musim penghujan seperti sekarang ini jalan-jalan yang ada digenangi air.
"Jalan yang ada masih berupa tanah, dan posisinya lebih rendah dibanding pekarangan rumah, sehingga kalau hujan jalanan itu layaknya seperti parit," tutur Asliman.
Eko, warga Jalan Langsat lainnya berharap pihak pemerintah daerah memperhatikan kondisi komplek peumahan penduduk, terutama yang ada dalam Kota Kasongan.
"Kita sudah lima tahun tinggal di perumahan ini, dan terus terang kami iri dengan komplek perumahan lainnya yang kondisi jalan permukimannya sudah mulus teraspal yang dibangun oleh pemerintah daerah, seperti Perumahan KKC, sedangkan di wilayah kita ini masih jalan tanah," kata Eko yang akrab disapa Bapa Abel ini.
"Jumlah rumah di komplek kita ini sekitar 100 unit, dan lumayan banyak jalan permukiman yang berlubang cukup besar sehingga kendaraan sulit melintasinya," sebutnya.
Untuk itu warga Jalan Langsat ini berharap kepada pemerintah daerah agar dikemudian hari bisa meningkatkan jalan permukiman sampai pengaspalan. (ABDUL GOFUR/m)


