BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang wanita lanjut usia (lansia) yang biasa dipanggil Mama Joni dievakuasi dari rumahnya di Jalan Ahmad Yani, Kompleks Perumahan Belakang Aline, Kota Palangka Raya ketika rumahnya dilanda banjir, Minggu dini hari 10 Maret 2024.
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya dan Kelurahan Langkai, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tim relawan Emergency Response Palangka Raya.
"Air di dalam rumahnya naik hingga ketinggian perut orang dewasa. Lansia ini juga hidup sebatang kara," kata Lurah Langkai, Sriwanti.
Lansia tersebut dievakuasi bersama 31 warga lainnya ke posko pengungsian di SDN 1 Langkai, Jalan Ahmad Yani, Kota Palangka Raya. Posko tersebut dibangun mengingat banjir di kawasan tersebut telah mencapai ketinggian hingga 50 centimeter.
Pihaknya juga telah berkoordinasi bersama Puskesmas Marina Permai untuk dapat menempatkan tenaga kesehatannya di posko pengungsian tersebut sehingga dapat memeriksa secara berkala kondisi kesehatan para pengungsi.
"Karena air banjir ini tentu bisa membawa penyakit, terutama gatal-gatal dan diare," ucapnya.
Lebih lanjut Sriwanti menambahkan, kenaikan air terjadi akibat luapan Sungai Kahayan sejak Jumat (8/3) lalu.
Tingginya curah hujan yang melanda Kota Palangka Raya akhir-akhir ini membuat sungai-sungai di Kota Cantik meluap hingga berdampak pada permukiman warga yang berada di daerah aliran sungai (DAS).
Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat yang rumahnya terendam banjir agar segera mengungsi ke SDN 1 Langkai Palangka Raya. Namun sebelum ditinggal mengungsi, masyarakat diminta untuk menyimpan dengan aman barang berharga guna menghindari aksi pencurian.
"Apabila masyarakat perlu bantuan harap bisa menghubungi pihak kelurahan atau ke call center 112 Palangka Raya," demikian Sriwanti.
ANTARA









