SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Korban tenggelam di Sungai Cempaga ditemukan mengambang tak jauh dari lokasi dilaporkan tenggelam.

"Korban tenggelam itu timbul ke permukaan pada saat setelah teman-teman selesai sarapan. Pagi timbulnya," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam, Senin, 11 Maret 2024.

Korban ditemukan mengapung 10 meter dari lokasi dilaporkan menceburkan dari ke sungai dari sebuah lanting di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga pada Sabtu, 9 Maret 2024 sekitar pukul 17.00 WIB. 

Tim penyelamat yang dipimpin Basarnas melakukan pencarian setelah menerima laporan tersebut. Namun hari pertama pencarian tak kunjung membuahkan hasil.

Multazam membeberkan, hari pertama pencarian menggunakan perahu karet dengan radius pencarian 5 kilometer hingga muara Sungai Cempaga. Hingga akhirnya korban ditemukan mengapung pada pencarian hari kedua setelah 36 jam dinyatakan tenggelam.

"Sekarang korban sudah dievakuasi dan diantar ke rumah sakit dr Murjani untuk melakukan visum dan lain sebagainya," ujar Multazam.

Sebelumnya, dirinya mengatakan bahwa laki-laki yang tenggelam tersebut orang asing yang identitasnya tidak dikenali warga setempat.

--page

Masyarakat desa setempat mengatakan, laki-laki tersebut diduga memiliki kondisi kejiwaan yang kurang baik. Sebab saat diajak berbicara tidak nyambung.

"Dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian dihentikan," tandasnya.  (DEWI PATMALASARI/R)