BORNEONEWS, Palangka Raya - Baru saja digembar-gemborkan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan Habib Said Ismail akan berlangsung 24 Mei 2016. Namun pada Kamis (19/5/2016) Penjabat Gubernur Kalteng, Hadi Prabowo memanggil sejumlah wartawan untuk menyampaikan informasi terbaru terkait pelantikan ini.

"Baru saja saya ditelpon Dirjen Otonomi Daerah, Kemendagri dan disampaikan bahwa pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng digeser menjadi tanggal 25 Mei 2016," ungkap Hadi Prabowo saat menyampaikan keterangan di Ruang Hasupa Hasundau, Kantor Gubernur Kalteng.

Ia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara langsung apa alasan pergeseran tanggal pelantikan ini. Namun karena sesuai perintah dari pemerintah pusat, maka Pemda Kalteng hanya menjalankan.

"Alasan digeser saya tidak tahu. Ini info dari Kemendagri. Pelantikannya bersamaan dengan Gubernur Sumatra Utara, Riau, dan Wagub DIY," tambah Hadi.

Usai menerima informasi tersebut, Hadi langsung menghubungi gubernur terpilih Sugianto Sabran untuk mengkomunikasikan berbagai hal. Sugianto setuju agar upacara dan lain-lain terkait HUT Kalteng tetap dilaksanakan sesuai jadwal semula.

"Kemarin kan rencananya Pak Sugianto akan memimpin Upacara Hari Jadi Kalteng, makanya upacara yang semula tanggal 23 Mei kita pindah menjadi 25 Mei, setelah pelantikan. Tapi ternyata pelantikan digeser lagi sehingga Upacara Hari Jadi tetap tanggal 23 dan tetap PJ Gubernur yang menjadi Inspektur upacara," jelas mantan Sekda Jateng tersebut.

Sementara itu Siun Jarias, Sekda Kalteng yang mendampingi Pj Gubernur mengatakan, rencana penyambutan Gubernur dan Wagub terpilih seusai dilantik masih akan dibicarakan ulang.

"Kemarin kan penyambutannya di Palangka Raya, bukan seperti rencana awal yang ke Palangkalan Bun dulu. Tapi itu kan karena rencananya gubernur terpilih akan menjadi Inspektur Upacara. Tapi karena tidak jadi ini kan maka akan kita bicarakan lagi apakah disambut di Jakarta atau seperti rencana penyambutan awal langsung di Kobar. Nanti kita bahas lagi. Jadinya penyambutan dan pesta rakyat belum bisa dipastikan lagi," tutup Siun. (TESTi PRISCILLA/m)