PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai tukar petani atau NTP mengalami kenaikan lantaran indeks harga hasil produksi pertanian.

"Berdasarkan pemantauan harga-harga di daerah perdesaan, NTP gabungan di Kalimantan Tengah pada Februari 2024 mencapai 122,79 atau naik sebesar 1,28 persen dibanding Januari 2024 yakni 121,24," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Senin, 11 Maret 2024.

Kenaikan ini menurut Eko disebabkan naiknya indeks harga hasil produksi pertanian atau It sedangkan indeks harga yang dibayar petani yang disingkat Ib mengalami penurunan.

"Sementara itu, penurunan Ib didominasi oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga petani atau IKRT," tuturnya lagi.

Kenaikan NTP pada Februari 2024, kata Eko, dipengaruhi oleh naiknya NTP pada beberapa subsektor yaitu Tanaman Pangan sebesar 2,16 persen, Tanaman Hortikultura sebesar 0,68 persen.

--page

"Kenaikan juga terjadi pada sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,39 persen, dan Perikanan sebesar 1,35 persen," bebernya.(TESTI PRISCILLA/R)