BORNEONEWS, Palanga Raya - Kantor Biro Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah heboh setelah terjadi keributan antara tenaga kontrak Biro Pengadaan Barang dan Jasa Irwanto, 41, dan Kasubbag Rumah Tangga Biro Umum Daniel, Kamis (19/5/2016) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Sampai-sampai Irwanto yang masih mengenakan pakaian batik berwarna merah dengan wajah berlumuran darah itu datang ke Polres Palangka Raya untuk melaporkan insiden tersebut.

Menurut pengakuannya, dia dikeroyok oleh lima orang yang salah satu terduga pelaku adalah Daniel. “Saya dikeroyok oleh lima orang. Ada Pak Daniel, Kasubbag Rumah Tangga. Sisanya anak buahnya,” kata Irwanto kepada wartawan di Polres Palangka Raya.

Dia melanjutkan, peristiwa itu bermula ketika dirinya diperintah oleh pimpinannya untuk mengantarkan data absensi. “Mendadak Pak Daniel memanggil saya. Setelah dipanggil, dia nanya masalah pekerjaan gini-gini. Saya jawab, saya baru sakit, Pak. Terus dia bilang, saya telepon pimpinan kamu. Saya jawab, kok kenapa langsung ke pimpinan saya, Pak? Tidak langsung ke telepon saya,” cerita Irwanto.

Selain itu, Daniel juga disebutnya menanyakan masalah utang Irwanto terhadap salah satu stafnya, Anas. “Saya nggak ngerti. Padahal saya tidak punya utang. Memang dulu pernah ada pekerjaan memasang instalatir listrik di rumah Pak Anas. Tapi sudah selesai. Hanya ada beberapa mata lampu yang belum terpasang. Dan tidak ada utang,” ungkapnya.

“Tiba-tiba, dia langsung marah. Mau apa kamu? Saya langsung berdiri. Saya tidak tahu lagi. Mendadak ada orang yang memegang saya. Itu anak buah Pak Daniel. Saya kenal pukul. Saya tidak tahu berapa kali,” beber dia.

Kejadian tersebut tidak berhenti sampai situ. Kembali menurut pengakuannya, ia langsung berlari hingga sampai ke Jalan Imam Bonjol, persisnya depan Hotel Aquarius.

Kebetulan, di hotel tersebut terdapat aparat kepolisian yang baru saja selesai menggelar acara. Irwanto lalu menghampiri aparat dengan wajah berlumuran darah dan membawanya ke kantor Polres Palangka Raya. Di kantor tersebut, Irwanto membuat laporan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama. (BUDI YULIANTO/m)