SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengingatkan masyarakat khususnya pedagang agar menjaga kualitas makanan yang dijual saat bulan suci Ramadan agar tidak kembali terulang kejadian keracunan massal akibat kue ipau yang dijual salah satu pedagang tahun lalu.

"Saya minta kepada pedagang agar bahan yang dipakai betul-betul higienis yang memang kualitasnya bagus. Karena kita pernah mengalami kejadian kue ipau yang membuat warga kita keracunan," kaha Halikinnor, Rabu, 13 Maret 2024.

Ia berharap, para pedagang membuat menu masakan, kue dan minuman yang dijual tidak menggunakan bahan pengawet, pemanis dan zat pewarna buatan yang dapat membahayakan kesehatan bagi para pembeli, dan juga agar tetap menjaga kebersihan.

"Sehingga masyarakat merasakan masakan yang alami dan sehat," ujarnya. Tahun lalu, 84 orang mengalami keracunan dan satu orang meninggal akibat membeli kue ipau olahan salah satu pedagang di Kecamatan Baamang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM di Palangka Raya menelusuri kejadian tersebut.

--page

Keduanya menyimpulkan, penyebab puluhan warga keracunan hingga dilarikan ke rumah sakit ialah batkeri ecoli yang berada pada bahan baku kue ipau.

Bakteri tersebut diduga muncul karena penyimpanan yang kurang higienis dan cara pengolahan yang tidak benar. (DEWI PATMALASARI/R)