BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir yang melanda Kota Palangka Raya terus menunjukkan dampak yang semakin luas. Hingga saat ini tercatat empat kecamatan dan 18 kelurahan terdampak banjir.
Ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke posko yang telah disediakan oleh pemerintah di SDN Langkai, Pasar Kahayan, dan Jalan Arut. Kondisi di posko pengungsian masih jauh dari memadai, dengan pengungsi yang terdiri dari orang tua, balita, dan lansia.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kota Palangka Raya, tercatat 3.789 kepala keluarga dan 10.319 jiwa terdampak, serta 1.558 bangunan yang terkena dampak banjir.
"Kenaikan debit air di berbagai kelurahan berkisar antara 20 sentimeter hingga 170 sentimeter Saat ini, kebutuhan mendesak bagi masyarakat adalah akses ke air bersih, makanan, minuman, selimut, layanan kesehatan, susu, popok, dan pembalut wanita," ungkapnya, Rabu, 13 Maret 2024.
Pemerintah dan relawan terus berupaya menyalurkan bantuan sandang pangan dan logistik lainnya kepada warga yang terdampak. Masyarakat diharapkan dapat memberikan perhatian lebih dan bantuan langsung ke posko yang telah didirikan.
--page
"Saat ini Pemerintah Kota Palangka Raya mengupayakan yang terbaik baik itu upaya evakuasi maupun upaya penanganan masyarakat yang mengungsi di Posko pengungsian," pungkasnya. (PATHUR/j)









