BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya saat ini sedang menghadapi situasi darurat akibat banjir yang telah membuat sebanyak 502 warga memilih mengungsi di Posko yang disediakan.
Banjir yang merendam rumah-rumah ini telah menyebabkan ratusan warga mencari perlindungan di enam posko pengungsian yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan, dari jumlah tersebut, 259 warga mengungsi di Posko Pengungsian Langkai yang terletak di SDN 1 Langkai, Jalan Ahmad Yani.
Sebanyak 105 warga menemukan tempat berlindung di Posko Pengungsian Palangka, yang berada di Komplek Pasar Kahayan, Jalan Mendawai. Sementara itu, 13 warga mengungsi di Posko Pengungsian Kameloh Baru, 15 kepala keluarga di Posko Pengungsian Danau Tundai, dan 192 warga di Posko Pengungsian Marang.
"Menurut laporan terkini, 18 kelurahan di empat kecamatan telah terendam banjir, termasuk Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Sebangau, dan Bukit Batu," ungkapnya, Rabu, 13 Maret 2024.
--page
Tinggi debit air di Sungai Kahayan telah mencapai 80 sentimeter, sementara di Sungai Rungan telah mencapai 60 sentimeter. Kenaikan debit air harian berkisar antara 20 hingga 170 sentimeter.
Selain mendirikan posko pengungsian, pihaknya juga telah membuka dapur umum untuk memastikan ketersediaan pangan bagi para pengungsi. Bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai juga telah didistribusikan kepada warga yang terdampak.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah dilakukan untuk memeriksa kondisi kesehatan pengungsi. Fokus saat ini adalah pada penanganan korban banjir dan pemantauan debit air.
"Warga diimbau untuk menjaga anak-anak mereka agar tidak bermain di area banjir atau di sungai yang debit airnya meningkat," pungkasnya. (PATHUR/j)









