PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini mencatat beras masih berandil besar sebagai penyumbang inflasi pada pekan pertama Maret 2024.

Beras masuk dalam daftar kelompok makanan bersama dengan bahan pangan lain yang turut menyumbang inflasi seperti cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras dan minyak goreng.

“Beras penyumbang andil inflasi terbesar baik secara bulanan maupun tahunan,” tutur Pudji Ismartini saat rakor secara virtual bersama pemerintah daerah dan kemendagri, Rabu, 13 Maret 2024.

Ia mengingatkan harga pangan bergejolak (Volatile Food) perlu dipantau, mulai dari produk hortikultura cabai merah dan cabai rawit.

Kemudian produk peternakan seperti telur ayam ras dan daging ayam ras mengingat kemungkinan potensi inflasi dari komoditas tersebut.

--page

Sedangkan, untuk komoditas beras berangsur mulai terkendali dengan masuknya masa panen di beberapa sentra produksi.

“Di Minggu pertama Maret, jumlah kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan harga beras semakin berkurang,” tegasnya

Sementara itu, berdasarkan data BPS Kalteng 1 Maret 2024, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,27 pada Februari 2024.

Inflasi tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 106,13 dan terendah terjadi di Sampit sebesar 2,14 persen dengan IHK sebesar 104,52. (HERMAWAN DP/H)