BORNEONEWS, Palangka Raya - Saling tuding mengemuka dalam sengketa antara Kasubbag Rumah Tangga Biro Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Daniel dengan Irwanto, seorang tenaga kontrak Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Daniel membantah telah mengeroyok dan menganiaya Irwanto seperti dilaporkan ke Polres Palangka Raya, Kamis (19/5/2016). Karena itu, ia mengaku siap menghadapi masalah hukum itu.

Daniel menyebut semua tudingannya itu tidak benar. Dia juga mengatakan tidak melakukan pemukulan meskipun sempat terpancing emosi. Luka di jidat Irwanto yang mengakibatkan darah bercucuran itu juga disebut terbentur pegangan pintu ketika Irwanto berlari keluar dalam kondisi panik. Hal ini diketahui salah satu staf Daniel yakni Sutirsno. “Itu terbentur gagang pintu pada saat mau keluar sambil berlari,” kata Sutrisno.  

Menurut Daniel, asal muasal kejadian itu setelah beberapa hari sebelumnya ia mendapat informasi dari staf lain bahwa Anas, yang juga Staf Daniel pernah meminta bantuan Irwanto memasangkan jaringan listrik di rumahnya. Total pembayaran sebesar Rp5 juta. Namun setelah lebih dari setahun, pemasangan belum selesai sepenuhnya. Padahal, kata dia, uang sudah lunas dibayar. Sedangkan Irwanto sulit dihubungi terkait hal ini.

Karena tidak juga bertemu Irwanto, Daniel mencoba menghubungi atasan Irwanto hingga ada rencana pembayaran dilakukan dengan sistem pemotongan gaji. “Nah kebetulan tadi saya lihat dia di kepegawaian. Saya bilang, To ikut saya sebentar. Terus saya bilang, gimana permasalahan kalian dua dengan Pak Anas,” cerita Daniel.  

Dalam percakapan selanjutnya, Irwanto balik nanya, kenapa dia sampai lapor ke bapak? Daniel menjawab, wajar karena dia staf saya. Dia curhat ke saya, minta tolong diselesaikan. Daniel juga mengungkapkan kalau dirinya sudah menghubungi atasannya terkait masalah tersebut. “Irwanto tersinggung. Dia langsung marah. Kenapa bapak seperti itu? Katanya. Saya bilang, gini aja. Kamu cari pak Anas, kita selesaikan masalah ini. Tapi dia terlanjur emosi.”

Melihat reaksi Irwanto, Daniel lalu berucap jika tidak terima, ia meminta agar bersama-sama mendatangi pimpinannya supaya permasalahan tersebut benar-benar clear. “Nah dia marah. Nadanya tinggi terus. Saya bilang kamu maunya apa. Dia jawab kamu mau apa. Dia langsung berdiri dan mengambil kursi duduknya. Kemudian saya mundur dan saya mengambil kursi saya. Nah setelah itu dia dipegang staf saya dan dibawa keluar,”

“Saya akui khilaf. Terus saya kejar. Tapi saya tidak ada memukul. Malahan dia bilang, ayo ke sini kalau berani? Terus kaca mata dan jam saya lepas lalu saya kejar. Sampai pertigaan (keluar Biro Umum) saya jatuh. Dia sempat mengatakan kalau saya mau dilaporin, saya bilang nggak apa-apa,”

Daniel mengaku siap menghadapi laporan tersebut. Insiden jika Daniel tidak melakukan pemukulan itu juga diakui Kabag Rumah Tangga Kantor Yoyo, yang dari sejak awal melihat kejadian itu. “Tidak ada yang melakukan pengeroyokan,” ucap Yoyo. (BUDI YULIANTO/N).