PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib menyikapi kondisi sebagian daerah yang dilanda banjir.

Salah satunya, Kota Palangka Raya, katanya hal tersebut akibat debit air Sungai Rungan dan Sungai Kahaya terus naik saat musim penghujan. Sehingga, sejumlah wilayah kelurahan di kota tersebut banjir karena luapan air sungai.

Data yang masuk dari pihaknya sebanyak 18 wilayah Kelurahan, terutama yang berada di sepanjang Sungai Kahayan, Rungan, dan Sabangau terdampak.

"Dan Pemerintah Kota telah menetapkan status tanggap darurat," katanya, Kamis, 14 Maret 2024.

Dirinya juga mengimbau, masyarakat tetap waspada dan berhati-hati, terutama dalam beraktivitas di sekitar sungai. 

--page

Tidak hanya itu saja dirinya menginstruksikan agar setiap lini memperkuat koordinasi, serta fokus pada upaya penanganan di lapangan baik berkaitan kesehatan maupun dapur umum.

"Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder kota yang terdampak banjir untuk membantu kebutuhan penanganan korban banjir," tandasnya. (MARINI/H)