PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalteng Yohannes Freddy Ering minta pemerintah daerah atau Pemda kabupaten/kota di Kalteng, lakukan pengawasan harga untuk gas elpiji 3 Kg.

Hal ini katanya, sangat penting terutama saat momentum Ramadan, agar tidak ada oknum yang memainkan harga maupun meraup keuntungan sepihak. 

"Pengawasan ini dilakukan untuk menyambut hari besar keagamaan nasional (HBKN) dalam hal ini menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Sehingga, harga dan stok ketersediaan gas elpiji 3 Kg pun dapat terpantau dengan baik serta tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi," katanya, Jumat, 15 Maret 2024.

Dirinya menyampaikan, harga gas elpiji di pasaran juga harus sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan. Kebijakan pemerintah pusat terkait dengan pemberlakuan penggunaan KTP dalam pembelian gas tersebut katanya sangat baik, meski demikian diperlukan pengawasan yang optimal dari Pemda bersama pihak Pertamina.

"Pendistribusian gas elpiji 3 Kg diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu, termasuk bagi pedagang UMKM. Namun hal itu sulit dari sisi pengawasan, dimana masih ada beberapa warga yang terbilang mampu namun menggunakan gas 3 kg sehingga pendistribusian gas tersebut tidak maksimal," jelasnya.

--page

Menurutnya, memaksimalkan penyaluran distribusi gas Elpiji 3 kg ini agar tepat sasaran, diperlukan pengawasan dari Pemda bersama lintas sektor dan Pertamina, agar gas elpiji tepat sasaran bahkan tidak ada kenaikan harga saat Ramadan ini. (MARINI/H)