BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memasuki bulan Ramadan 1445 Hijriah, Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan pada takjil di sejumlah titik Pasar Ramadan.
Kepala Loka POM di Kabupaten Kobar Chatulis Indra Jaya mengatakan, dalam bulan puasa 2024 ini, pihaknya telah melakukan pengawasan makanan di berbagai lokasi Pasar Ramadan seperti di Alun-Alun Istana Kuning pada Selasa, 12 Maret 2024 lalu.
Intensifikasi dilakukan bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar pada 7 pedagang dan 20 sampel makanan takjil untuk melihat ada atau tidaknya bahan berbahaya, yaitu Metanil Yellow, Rhodamin B, Boraks, dan Formalin
"Kita lakukan uji dengan menggunakan rapid test dari parameter uji, dan hasilnya semua memenuhi syarat (MS), artinya tidak ditemukan adanya rhodamin b, metanil yellow, boraks, dan formalin," ujarnya, Jumat, 15 Maret 2024.
Lanjut, dia menyampaikan, makanan takjil yang di uji berupa makanan ringan siap santap, seperti es campur, jeli atau agar-agar dan sebagainya.
--page
Kemudian, proses intensifikasi pengawasan pangan pun berlanjut ke pasar ramadan di Kabupaten Sukamara dan lainnya. Selain, pengujian terhadap makanan yang dijual, Loka POM Kobar juga melakukan pemberian edukasi kepada penjual takjil.
"Kita lakukan agar penjamah makanan takjil mampu menjaga produknya agar selalu aman dan konsumen dapat terlindung dari bahan-bahan berbahaya," tandasnya. (NURITA/H)









