PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyalurkan bantuan sosial Ramadan untuk masyarakat. Bantuan tahap pertama dengan jumlah 462,5 ton beras itu dilepas pada Sabtu, 16 Maret 2024. Selanjutnya, atau berjumlah 957,5 ton akan disalurkan tahap berikutnya. 

Kegiatan pelepasan dilaksaanakan di Depan Lobby Utama Kantor Gubernur Kalteng, dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, H Nuryakin dan dihadiri seluruh jajaran Pemprov Kalteng.

Nuryakin berpesan kepada seluruh perangkat daerah agar memberi perhatian serius dalam upaya menjaga dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah. 

"InsyaAllah, dengan partisipasi aktif kita bersama seluruh stakeholders dapat memberikan hasil yang nyata dalam menekan harga di pasaran agar lebih stabil, khususnya pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 H," katanya, Sabtu, 16 Maret 2024.

Dia menuturkan, paket bantuan sosial yang dibagikan hari ini rinciannya adalah, 10 kg beras bersubsidi dengan nilai Rp175 ribu, masyarakat hanya menebus dengan harga 20 ribu rupiah per paketnya. 

--page

Sekda melanjutkan, setiap datang hari besar keagamaan seperti bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, umat muslim akan menyambut dengan penuh suka cita.

"Datangnya hari besar keagamaan itu biasanya diiringi peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas bahan pokok, sehingga akan menyebabkan terjadinya kenaikan harga, khususnya komoditas beras," bebernya.

Dirinya juga memberikan informasi, akan ada pasar murah dilaksanakan di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, dengan jumlah beras yang disediakan yakni 1.420 ton.

Rinciannya, Kabupaten Murung Raya 100 ton, Kabupaten Barito Utara 100 ton, Kabupaten Barito Timur 30 ton, Kabupaten Barito Selatan 50 ton, Kabupaten Kapuas 200 ton.

"Kabupaten Pulang Pisau 100 ton, Kabupaten Kotawaringin Timur 200 ton, Kabupaten Seruyan 100 ton, Kabupaten Kotawaringin Barat 200 ton, Kabupaten Sukamara 30 ton, Kabupaten Lamandau 30 ton, Kabupaten Gunung Mas 30 ton, Kabupaten Katingan 50 ton, dan Kota Palangka Raya 200 ton," tandasnya. (MARINI/Y)