BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir masih melanda wilayah Kota Palangka Raya. Luapan air sungai Kahayan yang meluas sampai ke area permukiman masyarakat di sekitar bantaran sungai turut membawa ikan-ikan hanyut.
Di tengah kewaspadaan karena air naik, masyarakat juga memanfaatkan untuk mencari ikan. Ada yang memancing, memasang perangkap ikan dan lainnya. Sebagian masyarakat juga memanfaatkan untuk kegiatan perekonomian, yakni hasil tangkapan ikan dijual.
"Hari ini ada dapat ikan seperti sepat, bapuyu, kapar, haruan, ikan mujair, ada lele juga. Biasanya saya jual, bisa juga untuk konsumsi," ujar, Rahmat salah satu warga Palangka Raya, Sabtu, 16 Maret 2024.
Dia menuturkan, alat tangkap yang digunakan dinamakan "Tampirai" untuk umpan bisa menggunakan terasi, buah sawit maupun umpan buatan sendiri.
Banjir yang menggenangi jalan raya daerah Flamboyan Palangka Raya menurutnya, memang kerap menjadi masalah bagi para pengguna jalan, dan dianggap sebagai pengganggu aktifitas transportasi bagi warga saat banjir.
--page
Namun di sisi lain, kata Rahmat, banjir tidak melulu dianggap sebagai bencana dan pembawa sial. Sebab, nyatanya ada sebagian orang yang merasa bahwa banjir tersebut justru membawa berkah bagi mereka.
"Ya, salah satunya bisa banyak ikan, bahkan ada juga pembeli yang langsung datang ke sini," tandasnya. (MARINI/Y)









