BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasubbag Rumah Tangga Biro Umum Pemprov Kalteng Daniel bersiap-siap menghadap penyidik Reskrim Polres Palangka Raya. Daniel akan diperiksa terkait laporan Irwanto, 41, pada Kamis (19/5/2016).
Tenaga kontrak Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Kalteng ini mengaku dikeroyok lima orang di ruang Biro Umum. Irwanto menyebutkan salah satu pengeroyok adalah Daniel.
"Kita baru memeriksa pelapornya (Irwanto). Nanti akan kita panggil (terlapor) untuk kita periksa," kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Erwin T H Situmorang kepada wartawan, Jumat (20/5/2016).
Hasil pemeriksaan versi Irwanto tidak jauh berbeda dengan pemberitaan Borneonews sebelumnya. Irwanto menyebutkan telah dikeroyok oleh lima orang, salah satunya Daniel di Biro Umum. Akibat pengeroyokan itu pula, Irwanto mengalami luka di bagian jidat hingga darah bercucuran.
Namun laporan Irwanto ini dibantah oleh Daniel ketika dikonfirmasi wartawan. Menurut Daniel, luka tersebut bukan karena dipukul melainkan terbentur pegangan pintu ketika Irwanto berlari keluar dari ruang Biro Umum dalam kondisi panik.
Benturan tersebut diakui Sutrisno, seorang staf Daniel yang mengaku mengetahui kejadian sebenarnya.
“Itu terbentur gagang pintu pada saat mau keluar sambil berlari,” kata Sutrisno.
Sementara Daniel mengaku sempat khilaf dan mengejar Irwanto. Tapi dia menyebut tidak melakukan pemukulan. Justru, kata dia, Irwanto yang seolah-olah memancing timbulnya emosi tersebut.
“Saya akui khilaf. Terus saya kejar. Tapi saya tidak ada memukul. Malahan dia bilang, ayo ke sini kalau berani? Terus kaca mata dan jam saya lepas lalu saya kejar. Sampai pertigaan (keluar Biro Umum) saya jatuh. Dia sempat mengatakan kalau saya mau dilaporin, saya bilang nggak apa-apa,” kata Daniel.
Mengenai hal ini, Kasat Reskrim belum bisa menyampaikan dari versi Daniel. "Kita lihat hasil pemeriksaan nanti seperti apa," ungkapnya.
Apabila nantinya ditemukan fakta jika laporan Irwanto ternyata palsu, pihaknya tetap akan memproses. "Kalau nanti palsu, ya bisa kita proses (Irwanto)," tuntas Kasat Reskrim. (BUDI YULIANTO/m)








