BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran menilai keberhasilan Kalteng menangani inflasi hasil dari gencarnya multi program penurunan inflasi.
“Keberhasilan mengendalikan inflasi daerah selama ini tidak terlepas dari multi-program yang digencarkan,” tutur Sugianto dalam rilisnya, akhir pekan ini.
Ia mengatakan multi program tersebut mulai dari seperti pasar penyeimbang, pasar murah, gerakan tanam sakuyan lombok, gerakan pemanfaatan pekarangan dengan menanam kebutuhan jangka pendek.
"Alhamdulillah Kalteng berada di salah satu provinsi inflasi terendah, ini berkat upaya terus menerus dalam pengendalian inflasi,” sebut Sugianto.
Sugianto menganggap hal ini menjadi pelajaran berharga agar masing-masing daerah memiliki program dan anggaran yang memadai dalam ketahanan pangan.
Sebagai informasi berdasarkan rilis BPS Kalteng awal maret 2024, inflasi year on year (y-on-y) Kalteng sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,27 pada Februari 2024.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, dimulai dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,83 persen.
Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,19 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,90 persen.
--page
Selanjutnya kelompok kesehatan 1,15 persen, kelompok transportasi 1,27 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 3,04 persen.
Setelah itu, kelompok pendidikan 2,40 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran 2,26 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,03 persen. (HERMAWAN DP/R)








