PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengklaim beras pangan Kalteng masih aman dengan stok 5.184 ton.

"Stok beras kita masih banyak, ada 5.184 ton di Bulog," kata Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, usai rakor pengendalian inflasi bersama Mendagri secara virtual, Senin, 18 Maret 2024.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan komponen bergejolak pada Februari 2024 memberikan andil yang relatif besar dibandingkan komponen lainnya.

“Waspada inflasi komponen harga bergejolak yang berpotensi berlanjut pada Maret 2024 sebagai dampak kenaikan demand pada momen Ramadan,” ucapnya.

Kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Luar Pulau Jawa dan Sumatera terjadi di Kabupaten Bone Bolango dengan nilai IPH 10,64 persen.

--page

“Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di sepuluh wilayah tersebut didominasi oleh cabai rawit, beras, dan cabai merah,” sebutnya. (HERMAWAN DP/R)