PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banyak orang tidak tahu bahwa kulit buah cempedak bisa dimakan, diolah menjadi lauk pauk makanan dengan citra rasa asam asin yang disebut Mandai. 

Mandai adalah makanan fermentasi khas Kalimantan dari kulit cempedak yang menjadi makanan sehari-sehari ketika panen buah cempedak oleh masyarakat Banjar termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Begitu pula pada bulan ramadan 1445 Hijriah, masyarakat tak ketinggalan membuat stok fermentasi kulit cempedak maupun dimasak langsung untuk menu berbuka puasa dan sahur. 

Seperti salah satu warga Pangkalan Bun, Anis (58) yang telah mengosumsi makanan kulit cempedak sejak turun-menurun dari kakek dan nenek buyutnya hingga sudah berumah tangga puluhan tahun. 

"Biasanya saya langsung digoreng aja sampe agak kering kecoklatan, tapi bisa juga disimpan dulu dalam toples terus dimasak, bisa digoreng aja, bisa dioseng dicampur sambal," katanya, Senin, 18 Maret 2024. 

--page

Dia menyampaikan, buah cempedak memiliki banyak manfaat, mulai dari buah yang bisa digoreng dengan tepung terigu, biji buah cempedak direbus dan bisa dimakan serta kulitnya yang dapat dikonsumsi dengan nasi hangat bersama keluarga. 

Ia menyebutkan, untuk membuat Mandai kulit cempedak perlu dibersihkan dahulu dari kulit bagian luar. Kemudian, bersihkan dengan air mengalir lalu dipotong dan taburi garam sesuai selera yang diinginkan. 

"Kalau mau disimpan (fermentasi) masukkan kulit cempedak yang tadi dibersihkan ke air garam yang ada di toples, terus diamkan aja seminggu," ujarnya. 

Bakteri alami dalam fermentasi tersebut dapat mengubah strukturnya menjadi rasa asam dan asin. Setelah didiamkan selama seminggu, Mandai atau kulit buah cempedak bisa dimasak sesuai selera masing-masing. (NURITA/j)