BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib menilai Penyusunan Dokumen Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) memiliki peran strategis.
“Dokumen ini akan menjadi panduan dalam merumuskan kebijakan, program, dan langkah-langkah konkret dalam menangani bencana serta memulihkan kondisi pasca bencana,” tutur Toyib dalam keterangannya di Palangka Raya, Selasa, 19 Maret 2024.
Ia menegaskan pengkajian kebutuhan pasca bencana yang disusun harus menerapkan prinsip prudent, efektif, efisien, ekonomis, akuntabel, dan transparan.
Hal tersebut merupakan bentuk komitmen kita bersama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Selain itu dalam melakukan proses pengkajian, penilaian, dan analisis dampak bencana, perkiraan kebutuhan harus tetap mengedepankan konsep build back better, safer, and sustainable yang berbasis pengurangan risiko bencana tanpa mengesampingkan kearifan lokal.
--page
“Kita berharap melalui perencanaan yang baik dan komprehensif, diharapkan pemulihan dampak pasca bencana dapat berjalan dengan efektif dan efisien,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/RILIS/R)









